Sabtu, 30 Januari 2010
WASPADAI PANDEMI INFLUENZA
Ya, virus influenza secara alami ( by nature ) memiliki sifat berganti – ganti. Artinya, virus ini bisa bermutasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan sehingga bisa berubah. Mutasi virus bisa berlangsung dalam skala kecil ataupun besar. Pada skala kecil, mutasi virus bisa setiap saat, sebaliknya dalam skala besar biasanya berjalan agak lama, tetapi kemungkinan bisa terjadi subtype atau strain yang baru.
Yang ditakutkan, strain baru yang dihasilkan mengadopsi sifat genetik yang jeleknya saja, misalnya menjalar dengan cepat seperti H1N1 dan mematikan seperti H5N1. Sebaliknya, jika strain baru itu mengambil sifat genetik yang baiknya saja tidak ada masalah. Kemungkinan untuk menjadi ganas atau tahan terhadap obat antivirus bisa juga terjadi karena pengendalian terhadap flu burung belum selesai.
Menurut dr. H. Hadi Jusuf, Sp.P.D.-KPTI.,dari Sub Bagian Penyakit Tropik dan Infeksi Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unpad/Rumah Sakit Hasan Sadikin ( RSHS), kepada “PR”, Senin (7/12), sejauh ini yang bisa dilakukan masih terbatas pada melaksanakan survailans secara virology.
Diluar negeri sampai sekarang terus dilakukan pendeteksian perubahan mutasi virus sehingga bisa terdeteksi gen yang membawa sifat berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) dan CDC bahkan memfasilitasi survey secara virology. Laporan hasil laboratorium tentang timbul strain baru atau genetiknya berubah diterima WHO, yang ditindaklanjuti dengan antisipasi.
“ Di kita juga survailans dilakukan dan yang aktif mendeteksi perubahan virus yang didapat dari hewan adalah Pak Nidom dari Universitas Airlangga Surabaya dan lembaga Eyckman. Saya tidak mengetahui secara pasti ada tidaknya mutasi virus karena yang bisa mendeteksi hal itu adalah kedua lembaga tersebut. “ ucapnya.
Litbang Kesehatan dan laboratorium di daerah, sejauh ini hanya bisa mendeteksi keberadaan virus, tidak sampai mendeteksi genetik untuk mengetahui terjadi perubahan strain baru atau tidak. Kalau hasilnya positif, untuk mengetahui ada tidaknya mutasi atau melihat struktur genetiknya, biasanya Litbangkes bekerja sama dengan Lembaga Eyckman. Hal yang sama dilakukan bila di suatu daerah tiba – tiba terjadi outbreak ( perjangkitan ).
November – Desember
Kesiagaan diperlukan selain karena alasan diatas, juga didasari kenyataan tidak ada yang bisa memprediksikan kapan terjadinya pandemic influenza. Memang berdasarkan berbagai teori yang ada, pandemic influenza diperkirakan terjadi pada musim dingin. Saat itu, penyebaran virus secara meluas lebih memungkinkan karena orang terkonsentrasi di rumah sehingga mudah terjadi penularan. Cuaca seperti itu juga membuat virus hidup lebih enak atau nyaman.
Deputi Menteri Negara Riset dan Teknologi, Prof. Amin Subandrio kepada “ PR “ di Bandung, beberapa waktu lalu mengatakan ada tiga gelombang penyebar luasan pandemic influenza A H1N1. Gelombang pertama Maret – Juni, gelombang kedua awal musim dingin, yaitu November – Desember, dan gelombang ketiga bulan Februari. “ Di Indonesia hal tersebut bisa terjadi November – Desember sebagai imbas dari peningkatan jumlah kasus yang terjadi di negara dingin, “ katanya.
Pendapat yang sama disampaikan Dr. drh. H. Heru Setijanto, PAVet ( K ), Koordinator Bidang Surveilans dan Monitoring Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza ( Komnas FBPI ), beberapa waktu lalu ketika menjadi pembicara di Redaksi Pikiran Rakyat Bandung. Heru juga menyebutkan bahwa tidak ada yang dapat meramalkan kapan pandemic terjadi, dampak pandemic juga bergantung kesiapan tiap Negara.
Faktor penentu pandemic bergantung pada timbulnay virus baru. Di saat semua orang belum mempunyai kekebalan, virus tersebut mampu berkembangbiak pada manusia dan hewan. Selain itu, virus tersebut dapat ditularkan dari manusia ke manusia secara efisien. Sementara besar kecilnya pandemic sangat bergantung pada virus, populasi tertular, dan gelombang penyebarluasan.
“ Dari segi virus perlu diketahui apakah virusnya baru atau tidak pernah bersirkulasi di manusia. Semua manusia berpotensi terinfeksi. Keganasan virus juga akan menentukan percepatan dalam penyebaran. Dari segi populasi tertular, kondisi populasi yang mempunyai penyakit kronis, seperti gangguan jantung, darah tinggi, diabetes mellitus akan menunjukkan gejala yang lebih parah. Selain itu, kondisi nutrisi populasi juga berpengaruh,” katanya.
Dari segi gelombang penyebarluasan diketahui gelombang penyebarluasan pandemic biasanya terjadi dua atau tiga gelombang dengan tingkat keganasan yang berbeda – beda. Pengalaman pandemic 1918 terjadi selama enam bulan yang dimulai kasus infeksi ringan, kemudian berubah menjadi ganas serta mematikan. Pandemic 1957 dimulai infeksi ringan, kemudian menjadi ganas, namun tidak seganas saat pandemic 1918. “ pandemic 1968 dimulai dimulai infeksi ringan, tetapi tidak menyebar luas pada gelombang pertama, kemudian infeksi ringan, tetapi tidak menyebar luas di gelombang ke dua,” ucapnya.
Sementara Hadi berpendapat ada beberapa kondisi yang menyebabkan pandemic terjadi, yaitu dari segi personal, sanitasi, virus, dan lingkungan. Dari segi personal lebih mengacu pada hygiene seseorang, misalnya kebiasaan mencuci tangan memakai sabun dan etiket batuk yang baik. “ sanitasi berhubungan dengan baik buruknya sanitasi suatu tempat. Layak diperhatikan bagaimana sanitasi rumah, pasar, atau peternakan, terutama industry ternak atau usaha ternak rumah ( back yard poultry ). Lihat pula lalulintas ternak,” tuturnya.
SULIT DICEGAH
Bila hygiene perseorangan dan sanitasi bagus, tetapi masih juga terjadi pandemic, viruslah yang memegang peranan. Artinya, mungkin ada strain baru atau ada perubahan karena mutasi, seperti influenza A H1N1 strain baru ( swine flu ) yang melanda dunia belum lama ini. Amerika Serikat dan Eropa yang sudah bagus dari segi personal dan sanitasi tetap dilanda penyakit tersebut. Dari segi lingkungan berhubungan erat dengan musim. “ Berbicara virus dan lingkungan, sulit karena virus senang mutasi, maka sulit untuk mencegahnya, begitu juga musim,” ujarnya.
Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ( PP dan PL ) Depkes, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P. (K), MARS., DTMH., belum lama ini memberikan petunjuk sederhana melindungi diri dari tertular atau menularkan, seperti tutup mulut dan hidung bila batuk serta bersin. , cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jangan menggunakan barang pribadi secara bergantian, serta membersihkan permukaan barang. Bila merasa tidak enak badan jangan pergi bekerja, sekolah atau berada di keramaian, serta menghindari penggunaan sarana umum.
“Untuk menjaga kesehatan, perlu istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, minum yang cukup, cukup sayur dan buah, serta berolah raga secara teratur. Jika dirumah ada yang menderita flu, penderita harus dipisahkan dari anggota keluarga lainnya dan pakailah masker. Kalau merawat yang sakit flu, gunakan masker dan sarung tangan untuk melindungi diri agar tidak tertular,” tuturnya.
Oleh : Yeni Ratnadewi
Sumber : Koran Pikiran Rakyat
Sabtu 12 desember 2009, kolom 1 halaman 17
Rina Rahayu Agustina
PERAN WANITA DAN LINGKUNGAN
Siti baru saja menyelesaikan pendidikannya di sebuah Perguruan Tinggi, dimana ia mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan denga lingkungan hidup, antara lain; Pembangunan yang berkesinambungan, Manajemen Sumberdaya, Penghematan Sumber Tenaga, Daur ulang,dll.
Siti menyadari bahwa apa yang dipelajarinya di tempat yang beribu kilometer jauhnya itu adalah hal-hal yang telah diketahuinya lebih dulu dari ibunya.
Sipakah ibu siti?? Ia adalah seorang wanita desa, bersekolah sampai kelas 2 Sekolah Dasar, ia tidak mempunyai pekerjaan lain selain mengurus rumah tangga dan keluarganya yang telah dijalaninya selama kurang 40 tahun.
Ibunya mengetahui tentang apa yang telah dipelajari siti di bangku kulia, ia hanya tidak mengetahui apa yang diketahuinya itu disebut orang sebagai ilmu pengetahuaan. Siti berpendapat bahwa ibunyalah yang merupakan guru yang pertama mengenalkan “ lingkungan ” bagi dirinya.
Menurut siti, ibunya a dalah merupakan :
- Sumber daya manusia;
- Penghemat sumberdaya di sekitarnya;
- Seorang petani;
- Seorang yang dapat mengobati penyakit;
- Pengatur ekonomi keluarga;
- Dan seorang guru.
Apa sebabnya :
Karena ibu siti dapat memanfaatkan sumber-sumber yang ada disekitarnya, umpamanya ia memakai daun pisang untuk tempat makanan, pembungkus makanan, pembuat tali dan keranjang dari pelepahnya. Sedangkan dengan membakar sabut kelapa kering, ia dapat mengusir nyamuk dan serangga.
Begitu pula tempurung kelapa dapat dijadikannya mangkok, pot tanaman dan tempaty sayur,ia tidak mengenakan plastik karena pada saat itu masih jarang didapatkan.
Dalam menghemat sumber-sumber yang ada, ibu siti melakukan “ daur ulang “ dari bermacam-macam bahan sisa. Dia menyukai sumber alamiah. Tempurung kelapa, kertas koran dan daun-daun kering dijadikannya “ bahan bakar “ di dapur. Dengan air yang terbatas ia dapat menhemat untuk memandikan bayinya, kemudian mencuci pakaian serta akhirnya membersihkan lantai.
Ibu siti pun dapat menanam pohon pisang dengan memakai pupuk buatannya sendiri yang terdiri dari daun-daun kering dan rumput yang dibakar. Semua buah-buah dan sayuran yang dimakanan keluarga Siti adalah hasil tanamannya sendiri di halaman dan pot-pot disekitar rumahnya. “ kita harus selalu dapat terus memanfaatkan bahan-bahan disekitar kita dan kita harus dapat menghematnya “ kata ibu Siti kepada anak-anaknya.
Tanaman rempah dan bumbu dapur banyak ditanam ibu Siti dalam pot disekitar rumahnya, yang dapat dipakai sebagai bahan obat-obatan. Untuk menghemat pengeluaran, ibu siti selalau mempergunakan sumber/bahan yang ada disekitarnya juga. Ia membuat sapu dari lidi daun kelapa, sikat dan pemetik buah dari bambu, serta tempat untuk bermacam-macam barang.
Selain itu ibu Siti pun mengajarkan anak dan cucunya membuat alat permain dari bahan-bahan yang adad, sehingga ia dapat sekaligus menjadi guru serta pengasuh anak serta cucunya.
Ibu Siti benar-benar menikmati hidupnya dengan memanfaatkan dan menjaga lingkungan nya.
serba - serbi reproduksi wanita
Reproduksi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Bagi makhluk hidup, tujuan reproduksi adalah agar suatu jenis makhluk hidup tidak mengalami kepunahan. Sama seperti makhluk hidup lainnya, manusia juga ber reproduksi untuk menghasilkan keturunan . Manusia ber reproduksi secara seksual. Reproduksi secara seksual ini melibatkan penyatuan dua sel kelamin. Sel kelamin tersebut dibentuk dalam organ reproduksi yang melibatkan kelenjar dan saluran kelamin. Interaksi antara organ reproduksi, kelenjar, dan saluran kelamin merupakan proses yang terjadi di dalam system reproduksi.
Sel benih testis pada laki – laki dan sel benih ovarium pada perempuan sudah tampak pada awal kehidupan janin. Sel – sel reproduksi tersebut berkembang di sebelah depan ginjal dan kemudian tertanam sebagai kolom – kolom sel yang kemudian kelenjar reproduksi yang berisi sel benih dan juga membentuk struktur di sekelilingnya.
Mengenai organ reproduksi wanita, pembahasannya lebih mendalam dibanding dengan organ reproduksi laki – laki, karena ini berhubungan dengan kelanjutan proses reproduksi, seperti kehamilan dan persalinan, belum lagi berbagai masalah organ reproduksi yang sering sekali lebih banyak ditemukan pada wanita karena salah satunya wanita mengalami yang namanya menstruasi. Untuk itu, di dalam makalah ini akan dibahas dengan rinci mengenai anatomi organ reproduksi wanita.
- PEMBAGIAN ORGAN REPRODUKSI WANITA
Organ reproduksi wanita dibagi 2, yaitu; genitalia externa atau organ bagian luar, dan genitalia interna atau organ bagian dalam.
- Genitalia Externa / Vulva
Vulva adalah alat kelamin luar wanita yang terdiri atas :
v Mons pubis
Pada orang dewasa biasanya ditutupi rambut, yang pada wanita sering kali berbentuk trianguler dengamn basis diatas. Bagian yang menonjol yang terdiri dari jaringan lemak yang menutupi bagian depan simpisis pubis.
v Labia mayora
Labia mayora adalah lipatan kulit yang tebal karena jaringan subkutan banyak mengandung lemak. Dan berbentuk lonjong dan menonjol yang berasal dari mons peneris dan berjalan kebawah dan kebelakang, mereka bersatu membentuk komisura. Permukaan luarnya ditumbuhi rambut dan banyak, dan banyk mengandung kelenjar minyak. Didalmnya terdapat fleksus-fleksus vena, yang bila terkena trauma dapat mengakibatkan hematoma.
v Labia minora
Labia minora adaalah lipatan kulit di sebelah kulit medial labia mayora, berwarna kemerahan dan selalu basah, labiya minora tidak mengandung membentuk frenulum klitoris, dan di sebelah belakang ia bertemu dalam suatu peninggian yang di sebut fourchet (=frenuluum labiorum pudendi =frenulum labiorum minorum )
v Klitoris
Klitoris merupakan organ yang identik dengan penis pada laki-laki. Organ ini mengandung alat-alat erektil.seperti pada labiu minus, ia banyak mengandung korpuskulum genetalis, suatu akhiran saraf utama dalam sensasi erotik (seksual).
v Vestibulum
Vestibulum ialah ruangan yang di batasi oleh labia minora, anterior oleh klitoris, dorsal oleh fourchet. Ada 6 lubang yang bermuara kedalam vestibulum, yaitu :
1. Orifisiium uretrae exsternum, satu buah
2. Lubang muara kelenjar skene kiri dan kanan di samping dan agak dorsal dari uretra, dua buah
3. Introitus vaginae, satu buah
4. Lubang muara kelenjar bartolini, dua buah di tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir keluar, letaknya pada mulut vagina bentuknya berbeda-beda ada yng seperti bulan sabit, konsistensinya ada yang kaku dan lunak, lubangnya ada yang sejung jari, ada yang dapat di lalui satu jari.
Perineum (kerampang), terletak diantara vulva dan anus panjangnya lebih kurang 4 cm.
v Urethra
Merupakan saluran air kencing.
- Genetalia Interna
a. Vagina
Vagina terletak antara kantung kencing dan rectum pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan yang di sebut rugae. Bagian dari servik yang menonjol kedalam vagina di sebut portio. Vagiana mempunyai faal penting, yaitu;
F Sebagai saluran keluar dari uterus yang dapat mengalirkan darah waktu haid dan secret dalam uterus.
F Sebagai alat persetubuhan
F Sebagai jalan lahir pada waktu partus
b. Uterus
Dalam keadaan tidak hamil terdapat dalam ruangan velpis minor diantara vesika urinaria dan rectum. Uterus merupakan alat yang berongga dan berbentuk sebagai bola lampu yang gepeng terdiri dari dua bagian:
- corvus uterus berbentuk segitiga
- Servik uteri berbentuk silindris
Bagian dari corpus uteri antara kedua pangkal tuba di sebut fundus uteri (dasar rahim)
§ Ukuran uterus
Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda tergantung pada:
- Usia
- Pernah melahirkan anak atau belum
Panjangnya corpus uteri terhadap serviks uteri berbeda-beda:
- Pada anak-anak panjang corpus uteri setengah dari pada panjangnya serviks uteri
- Pada gadis remaja sama panjang dengan serviks uteri
- Pada multipara corpus uteri dua kali panjangnya serviks uteri.
§ Ligament – ligament Uterus
ý Ligamentum latum
ý Ligamentum Rotundum
ý Ligamentum Infundibulo Pelvicum
ý Ligamentum Cardinale
ý Ligamentum Sacro Uterinum
ý Ligamentum Vesico Uterinum
§ Pembuluh darah uterus:
| Arteri uterine
| Arteri Ovarica
§ Dinding rahim
Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan:
1. Perimetrium (lapisan peritoneum). Yang meliputi dinding uterus bagian luar.
2. Myometrium (lapisan otot) merupakan lapisan yang paling tebal.
§ Struktur uterus pada waktu hamil
Otot uterus terdiri dari tiga lapisan :
- Lapisan luar, seperti kap melengkung melalui fundus menuju kearah ligamenta
- Lapisan dalam merupakan serabut otot yang berfungsi sebagai spinter terletak pada ostium internum tubae dan orivicium uteri internum.
- Lapisan tengah, terlatak antara kedua lapisan diatas merupakan anyaman serabut otot yang tebal di tembus oleh pembuluh darah, jadi dinding uterus terutama dibentuk oleh lapisan tengah
- Endometrium (selaput lendir)
Merupakan lapisan bagian dalam dari corpus uteri yang membatasi cavum uteri. Epitel endometrium berbentuk silindris, tebalnya susunanya dan faalnya berubah secara siklis karena di pengaruhi oleh hormone-hormon ovarium
c. Tuba Uterina Fallopii
terdapat pada tepi atas ligamentum latum panjangnya kurang lebih 12cm pada tuba ini di bedakan jadi empat bagian:
- farsinters titialis (intramularis) bagian tuba yang berjalan dalam dinding uterus \
- vars ipmica bagian tuba setelah kelur dari dinding uterus
- vars ampularis bagian tuba antaa vars isphmich dan infun dibulum merupakan bagian tuba yang paling lebar.
- Infundibulum ujung dari tuba dengan umbaya yang di sebut Fimbriae. Fungsi utama tuba ialah untuk membawa ovum yang di lepas ovarium ke jurusan kavum uteri.
d. Ovarium
Ovarium terdiri dari kiri dan kanan uterus, di hubungkan dengan uterus panggul denga perantara ligamentum infumdibulo pelficum. Ovarum letaknya pada dinding lateral panggul dalam sebuah lekuk yang disebut bagian dalam (medulla).
e. Parametrium
Jaringan ikat yang terdapat antara kedua lembar ligamentum latum disebut parametrium. Bagian atas ligamentum latum yang mengandung tuba disebut mesosalfing dan bagian caudal yang berhubungan dengan uterus disebut mesometrium. Mesometrium merupakan lipat peritoneum untuk ovarium yang terdapat antara mesosalfing dan meso metrium para metrium sebelah bawah yang menyelubungi uterina lebih padat dari jaringan sekitarnya disebut ligamentum cardinale.
RONGGA PELVIS
Rongga pelvis terletak di bawah dan bersambung dengan rongga abdomen, dibentuk oleh os iski dan os pubis pada sisi samping dan depan, os sakrum dan os koksig membentuk batas belakang dan pinggiran pelvis dibentuk oleh promon torium sakrum dibelakang, iliopetinal sebelah sisi samping dan depan dari tulang sakrum.
PINTU KELUAR PELVIS
Pintu keluar (outlet) pelvis dibatasi oleh os koksigis dibelakang simfisis pubis didepan lengkung os pubis, os ischi, serta liganmentum yang berjalan dari os ischi dan os sacrum disetiap 5 sisi, pintu keluar ini membentuk lantai pelvis.
Lantai pelvis dibentuk oleh levator dan koksigis yang bekerja sebagai diapragma pelvis.
PERINEUM
Adalah bagian terendah badan berupa sebuah garis yang menyambung kedua tuberositas iski, membaginya mrnjadi daerah depan garis ini, yaitu segitiga urogenital dan yng dibelakangnya ialah segitiga anal. Titik tengahnya disebut badan perineum yng terdiri atas struktur otot vibrus kuat disebelah depan anus pada wanita langsung dibelakang vagina.
ISI PELVIS
Kandung kemih dan kedua ureter terletak dibelakang simfisis pubis. Kolon pelfik(fleksura sigmoides) terletak disebelah kiri costa iliaka bagian terendah atau terakhir pada usus besar terletak didalam rongga pelvis.
Rektum yang terletak di sebelah belakang rongga, mengikuti lengkungan sakrum.
Salruran limfa dan kelenjar, serabut saraf dari fleksus lumbo sakralis, (sebagian besar di tentukan untuk anggota bawah), cabang-cabang pembuluh darah dari arteri iliaka interna, ddan banyak vena, da peritoneum pelvis, melengkapi isi rongga pelvis pada orang laki-laki.
Pelvis perempuan berisi juga uterus dan juga ligamennya, tuba, uterina dan dua ovarium.